Speedboat Pulau Manipa Tenggelam Lagi: Pencarian 1 Orang
Tragedi laut kembali menyelimuti perairan Pulau Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, sebuah speedboat yang mengangkut puluhan penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Dusun Samala, Desa Luhutuban, Kecamatan Kepulauan Manipa pada Jumat, 3 Januari 2025 pagi. Insiden ini mengakibatkan setidaknya delapan orang meninggal dunia, dan satu orang masih dalam pencarian.
Speedboat Pulau Manipa yang naas tersebut, diketahui bernama “Dua Nona”, berangkat dari Desa Tahalupu hendak menuju Pelabuhan Tahoku, Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Namun, dalam perjalanan, musibah terjadi sekitar pukul 10.00 WIT di perairan Dusun Samala, Desa Luhutuban.
Penyebab awal tenggelamnya speedboat masih dalam penyelidikan, namun beberapa saksi mata dan informasi awal menyebutkan bahwa speedboat sempat menabrak batang kayu besar yang hanyut hingga menyebabkan badan kapal patah. Dugaan lain juga mengarah pada ketidakseimbangan muatan karena sebagian besar penumpang duduk di atas speedboat, sehingga air masuk dari samping dan belakang.
Kapolsek Manipa, Ipda Edwin Ricardo Mangare, membenarkan peristiwa tragis ini. Ia menjelaskan bahwa lokasi tenggelamnya speedboat berada di perairan yang memang dikenal bergelombang. Meskipun begitu, ia juga menyebutkan informasi dari nahkoda bahwa banyak penumpang berada di bagian atas speedboat saat kejadian.
Proses evakuasi segera dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Kepala Wilayah Kerja Manipa Kantor UPP Kelas III Hatu Piru, Anggota Polsek Manipa, Anggota Koramil Manipa, dan masyarakat Dusun Samala. Sebagian besar penumpang berhasil menyelamatkan diri, namun delapan orang ditemukan meninggal dunia, termasuk anak-anak dan perempuan.
Identitas delapan korban meninggal dunia adalah Adrianto (47), Fadila Kadila (8), Ade Ika Yulianti, Nurul Alamsyah, Naima Wance (65), Suryanti (38), Fatin (11), dan Putri (12). Sementara itu, pencarian terhadap satu orang korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya keselamatan transportasi laut di wilayah kepulauan. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan dan mengambil tindakan preventif guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.
