Indonesia dan Australia sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam upaya pemberantasan terorisme melalui jalinan kerja sama intelijen yang lebih erat. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan bilateral antara perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Indonesia dan Australian Federal Police (AFP) di Canberra, Australia, pada hari Rabu, 19 November 2025. Kolaborasi ini dianggap krusial, mengingat terorisme merupakan ancaman global yang membutuhkan respons terkoordinasi dari seluruh negara. Pemberantasan terorisme tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada upaya pencegahan dan deradikalisasi.
Kepala BNPT, Bapak Komjen Pol. Boy Rafli Amar, dalam sambutannya, menekankan pentingnya pertukaran informasi dan pengalaman dalam menghadapi ancaman teroris. “Ancaman terorisme tidak mengenal batas negara. Dengan kerja sama intelijen yang lebih kuat, kita bisa mengidentifikasi dan menindak jaringan teroris secara lebih efektif,” ujar Komjen Boy Rafli Amar. Pemberantasan terorisme ini juga mencakup kerja sama dalam hal pelatihan personel, pengembangan teknologi pendeteksi teror, dan program-program kontra-radikalisasi. Pihak Australia, diwakili oleh Komisioner AFP, Bapak Reece P. Kershaw, menyambut baik tawaran kerja sama ini. “Indonesia memiliki pengalaman yang sangat berharga dalam pemberantasan terorisme, terutama dalam hal deradikalisasi,” kata Komisioner Kershaw.
Selain kerja sama intelijen, kedua negara juga akan memperkuat sinergi dalam penanggulangan pendanaan terorisme. Satuan tugas gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, perbankan, dan intelijen akan dibentuk untuk melacak dan memutus aliran dana yang digunakan oleh kelompok teroris. Direktur Jenderal Kerjasama Internasional Kementerian Luar Negeri, Bapak I Gede Ngurah Swajaya, dalam sebuah diskusi panel pada hari Jumat, 21 November, menyatakan bahwa Indonesia dan Australia juga akan bekerja sama untuk mengatasi propaganda teroris yang menyebar melalui media sosial. “Kami akan mengintensifkan patroli siber untuk memblokir konten-konten radikal dan mengedukasi masyarakat tentang bahayanya,” tuturnya.
Pemberantasan terorisme adalah sebuah perjuangan yang membutuhkan kolaborasi dari semua pihak. Dengan adanya kerja sama yang solid antara Indonesia dan Australia, diharapkan ancaman terorisme dapat diminimalisir dan stabilitas kawasan dapat terjaga. Kesepakatan ini adalah langkah nyata yang menunjukkan komitmen kedua negara untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan damai.
